10 Stadion Legendaris di Inggris Yang Telah Musnah


categories: 



Setiap sebuah klub memiliki stadion baru yang indah, itu selalu memunculkan banyak impian. Vince Taylor dari Groundtastic, membahas beberapa stadion lama yang terkenal yang kini sudah tak berdiri lagi.

1. Sunderland (Roker Park)

ROKER PARK
Dibuka 1897
Ditutup 1997
Rekor penonton 22,500

Roker Park dan Ayresome Park (bekas stadion Middlesbrough) adalah stadion yang terletak di Timur Laut Inggris yang digunakan sebagai venue Piala Dunia 1966 dan St James Park dinilai tidak cukup memenuhi standar.

Tak ada yang membayang bahwa stadion ini akhirnya akan ditutup setelah dipertahankan begitu lama oleh Sunderland.

Namun, Roker dinilai tidak mengikuti perkembangan jaman di mana stadion masa kini mewajibkan semua penonton duduk dan akhirnya ditutup pada usianya yang ke-100 di tahun 1997. Area ini sekarang menjadi perumahan.


Roker Park

Roker Park in 1985/86: Tribun utama. Foto oleh Bob Lilliman, Majalah Groundtastic

Roker Park

Roker Park pada 1985/86: The Fulwell End. Foto oleh Bob Lilliman, Majalah Groundtastic

2. Hull City (Boothferry Park)

BOOTHFERRY PARKDibuka 1946
Ditutup 2002
Rekor penonton 40,179

Dengan banyaknya lapangan di Football League dibangun di era Victoria atau Edward, maka ketika Boothferry Park dibuka pada 1946 stadion ini menjadi muncul sebagai simbol modernitas.

Penggemar Hull City datang ke stadion baru mereka, dengan 55.019 orang menyaksikan pertandingan Piala FA menghadapi Manchester United pada  musim 1948/49. Untuk beberapa waktu stadion ini bahkan memiliki jalur kereta api mereka sendiri: Boothferry Park Halt. Pada 1963 dibangun enam lampu sorot di stadion ini.

Pada tahun 2002, The Tiger pindah ke KC Stadium, dan Boothferry Park perlahan pun usang. Supermarket Kwik Save and Iceland ditutup pada tahun 2007, pembongkaran dimulai pada 2008 dan lampu sorot dibongkar seluruhnya di tahun 2011. Sekarang tempat itu dijadikan wilayah perumahan.


Boothferry Park

Tribun Barat Boothferry Park di musim 1985/86. Foto oleh Bob Lilliman, Majalah Groundtastic

Boothferry Park 
Penampakan tribun selatan Boothferry Park di musim 1985/86. Foto oleh Bob Lilliman, Majalah Groundtastic

3. Derby County (Baseball Ground) 

BASEBALL GROUND
Dibuka 1895
Ditutup 1997
Rekor penonton 42,000

Brian Clough sering berbicara sepak bola harus digelar di lapangan sepak bola, tapi itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan bagi Derby County yang harus bermain di Baseball Ground.

Stadion ini awalnya memang menjadi venue pertandingan bisbol; sampai Derby County pindah ke sana pada tahun 1895, mereka sebelumnya bahkan bermain di lapangan kriket di tengah arena balap. Atmosfer stadion ini menjadi lebih baik di masa Brian Clough pada tahun 1969 dengan rekor penonton mencapai 41.826 orang, ketika klub ini berhasil promosi dan tribun Ley  yang baru menjadi salah satu dari beberapa alasan mengapa stadion kontemporer Inggris memiliki tribun untuk duduk dan berdiri di keempat sisi tribun mereka.

Setelah Pride Park, dibuka pada tahun 1997, tim cadangan Derby bermain di Baseball hingga tahun 2003, di mana akhirnya area ini juga menjadi perumahan.


Baseball Ground

Baseball Ground pada 1986/87, dengan para fans yang berkumpul sebelum kick-off. Foto oleh Bob Lilliman, Majalah Groundtastic

Baseball Ground

Baseball Ground pada 1986/87: pemandangan dari tribun Osmaston. Foto oleh Bob Lilliman, Majalah Groundtastic

4. Huddersfield Town (Leeds Road) 

LEEDS ROAD
Dibuka 1908
Ditutup 1994
Rekor penonton 67,037

Sebagian besar lapangan sepak bola Inggris adalah penemuan dari seorang insinyur sipil Skotlandia bernama Archibald Leitch. Dari 1899 hingga Perang Dunia Kedua, hampir setiap lapangan besar di Inggris dirancang olehnya atau meminjam hasil desainnya.

Jadi ketika klub profesional baru Huddersfield Town ingin bergabung dengan Football League pada satu dekade pertama dari abad 20, hanya ada satu orang yang dibutuhkan. Leitch merancang 4.000 kursi Tribun Utama, sisanya tempat duduk terasering (tanpa bangku), kapasitas keseluruhan adalah 34 ribu penonton dan Town akhirnya memakainya.

Pemandangan dari tribun Populer Side adalah salah satu pemandangan terbaik dalam sepak bola Inggris, stadion ini dinamai Leeds Road End. Tribun Dalton Bank tak tertutup atap dan para penonton bakal kedinginan jika tak cukup siap menghadapi puncak musim dingin.

Rekor 67.037 penonton tercatat pada tahun 1932 untuk pertandingan Piala FA melawan Arsenal, yang dipimpin oleh mantan pemain Town yang mempersembahkan gelar juara, Herbert Chapman. Tapi kapasitas stadion turun ini hingga ke angka 17 ribu penonton pada saat Terriers meninggalkannya pada tahun 1994 ke Stadion Alfred McAlpine. 


Leeds Road

Leeds Road di musim 1985/86: The Cowshed, Foto oleh Bob Lilliman, Majalah Groundtastic

Leeds Road

Leeds Road, pada musim 1985/86: Tampak samping tribun, pemandangan paling terkenal. Foto oleh Bob Lilliman, Majalah Groundtastic



5. Walsall (Fellows Park)

FELLOWS PARK
Dibuka 1896
Ditutup 1990
Rekor penonton 25,453

Untuk menggambarkan Walsall sebagai salah satu tim yang melejit untuk semusim saja adalah penilaian yang tidak adil, tapi pertandingan yang akan selalu diingat adalah pertandingan Putaran Ketiga Piala FA melawan Arsenal di musim 1932/33, di mana tim Utara Divisi III mengalahkan Arsenal 2-0.

Kerumunan 25.000 penonton memenuhi  Fellows Park hari itu, banyak dari mereka menempati teras tertutup yang baru dibuka di tribun Populer Side. Agar jadi saksi mata abadi, pada rentang era terbaik Walsall hingga pembongkaran Fellows Park di tahun 1990, struktur tanah dasarnya dibiarkan tetap sama.

Dibuka pada tahun 1895, stadion ini awalnya dinamai Hillary Street sampai 1930, ketika namanya diganti dengan seorang nama anggota dewan klub. The Saddlers mempertahankan sejarah stadion ini dengan memberi nama HL Fellows pada salah satu tribunnya; area Fellows Park kini berubah menjadi supermarket Morrison.


Fellows Park

Foto dari Fellows Park di 1985/86. Foto oleh Bob Lilliman, Majalah Groundtastic

Fellows Park

Fellows Park tutup di akhir musim 1985/86. Foto oleh Bob Lilliman, Majalah Groundtastic



6. Wimbledon (Plough Lane)

PLOUGH LANE
Dibuka 1912
Ditutup 2001
Rekor penonton 18,000

Dicintai oleh penggemar Wimbledon tapi dibenci oleh pemain dan pendukung tim tamu, Plough Lane berawal dari area bekas rawa menjadi salah satu venue pertandingan liga sepak bola tertinggi di Inggris.

Saat Wimbledon bangkit dari Southern League ke Divisi Pertama, Plough Lane tetap tidak berubah. Tribun utama dan sebelum tribun West Stand yang berlawanan tidak cukup merentang untuk membentuk panjang lapangan yang diharapkan, tribun West Terrace memiliki atap yang minim dan tribun Wandle End untuk suporter tandang bahkan sama sekali tanpa atap. Tapi ketika Wimbledon pindah ke Selhurst Park pada tahun 1991 untuk sementara, jiwa klub ini seolah ikut terkoyak.

Namun AFC Wimbledon sepertinya akan kembali ke sana sebagai bagian dari rencana untuk mengembangkan Stadion Wimbledon Greyhound yang berdekatan dengan stadion Plough Lane.


Plough Lane

Teras Barat Plough Lane pada 1973/74. Foto oleh Bob Lilliman, Majalah Groundtastic

Plough Lane

Tribun Selatan di Plough Lane pada 1973/74; Wimbledon masih bermain di Southern League. Foto oleh Bob Lilliman, Majalah Groundtastic



7. Middlesbrough (Ayresome Park)

AYRESOME PARK
Dibuka 1903
Ditutup 1995
Rekor penonton 53,802

Pada satu waktu Middlesbrough menayangkan sebuah program yang mengulas Stadion Ayresome Park sebagai tempat yang dikelilingi oleh beberapa cerobong asap dan Middlesbrough Transporter Bridge.

Ayresome Park adalah simbol hidup dari sebuah kota yang pernah ditata sendiri oleh Ironopolis. Area tanah, termasuk tribun North Stand, bertahan dari 1903 hingga laga terakhir The Boro pada 1995, saat mereka kembali promosi ke Premier League.

Gerbang stadion, yang sayangnya dikunci oleh petugas pengadilan pada tahun 1986 dan akhirnya memaksa Boro memainkan pertandingan kandang mereka di Hartlepool, kini telah didirikan kembali di Stadion Riverside yang baru; Ayresome Park kemudian sempat menjadi tempat latihan Boro, tapi sekarang menjadi area perumahan.


Ayresome Park

Pemandangan dari pertandingan terakhir dari the East End di Ayresome's last match. Foto oleh John Higgins, Majalah Groundtastic

Ayresome Park

Tribun Utara di Ayresome Park saat pertandingan terakhir, 30 Apr 1995. Foto oleh John Higgins, Majalah Groundtastic



8. Wigan Athletic (Springfield Park)

SPRINGFIELD PARK
Dibuka 1897
Ditutup 1999
Rekor penonton 30,443

Dibuka pada tahun 1897, Springfield Park menjadi stadion sepak bola yang disewa empat klub sekaligus, Wigan County, Wigan United, Wigan Town dan Wigan Borough. Keempat klub ini juga menggunakan Springfield Park sebagai arena rugby, gulat, balapan kuda dan bersepeda.

Borough berhasil masuk ke Football League, namun mengundurkan diri pada tahun 1931, dan Wigan menunggu 47 tahun sebelum bergabung The Latics kembali ke Divisi Utama. Pada saat itu kapasitas Springfield Park mencapai 30.000 penonton, tetapi pada 1990  menyusut hingga 7.201 penonton.
Wigan meninggalkan Springfield pada tahun 1999, dan pada tahun 2005 mendapatkan lapangan yang dijanjikan untuk menggelar laga Premier League.


Springfield Park

Tribun utama Springfield Park tahun 1975, tiga tahun sebelum Wigan bergabung di liga. Foto oleh Bob Lilliman, Majalah Groundtastic

Springfield Park

Bagian paling terkenal dari Springfield Park di tahun 1975. Foto oleh Bob Lilliman, Majalah Groundtastic



9. Darlington (Feethams)

FEETHAMS
Dibuka 1883
Ditutup 2003
Rekor penonton 21,023

Dari semua kejahatan George Reynolds, mungkin yang paling menyakitkan adalah penghancuran Feethams. Karena kesombongannya, pada tahun 2003 Darlington meninggalkan lapangan yang indah, di mana klub sudah bermain di sana sejak 1883.

Untuk klub berjuluk The Quaker, Feethams adalah simbol. Setelah masuk melalui pintu putar, penukung tuan rumah akan berjalan melewati lapangan kriket yang berada di depan lapangan - dan selama bertahun-tahun, penggemar bisa berpindah tontonan saat turun minum.

Hanya sekali dalam sejarah pendukung Darlington yang datang ke Feethams mencapai rata-rata 10 ribu orang, jadi bagaimana mereka akan mengisi stadion berkapasitas 25 ribu orang yang berada di luar kota dan menghabiskan dana 18 juta pound masih menjadi tanda tanya. Sayangnya, perobohan Feethams akhirnya menyebabkan penutupan Darlington FC sendiri, meskipun mereka kembali membentuk klub bernama Darlington 1883.


Feethams

Feethams' barrel-roofed di tribun timur pada 1987. Foto oleh Bob Lilliman, Majalah Groundtastic

Feethams

Tribun Barat Feethams pada 1978. Foto oleh Bob Lilliman, Majalah Groundtastic



10. Bolton Wanderers (Burnden Park)

BURNDEN PARK
Dibuka 1895
Ditutup 1997
Rekor penonton 70,000

Ini merupakan lapangan sepak bola profesional pertama di kawasan barat laut Inggris, dan Burnden Park memiliki ciri khas di eranya: tribun unik - di sisi Manchester Road, di mana tribun West Stand seolah-olah tertekuk ke arah gawang - dan teras yang luas.

Tanggul besar di ujung stadion ini adalah tempat terjadinya tragedi kerusuhan penonton pada 1946 yang merengut 33 nyawa; empat dekade kemudian, setengah dari area itu dijual ke supermarket untuk mencegah kebangkrutan klub.

Lebih dari satu dekade kemudian, pada tahun 1997, klub direlokasi, tidak hanya dari Burnden tapi juga dari kota itu sendiri, ke area terpencil di Lostock dan mendapatkan bangunan yang kemudian dinamai Stadion Reebok.


Burnden Park

Burnden Park di tahun 1997: The Lever End, dari tribun sayap. Foto oleh Paul Claydon, Majalah Groundtastic

Burnden Park

Burnden Park di tahun 1997: The Burnden Stand, di ambil dari Embankment. Foto oleh Paul Claydon, Majalah Groundtastic

Sumber : fourfourtwo.com