Munculnya nama-nama tokoh seperti Yusril Ihza Mahendra dan Adhyaksa
Dault dalam pemanasan Pilkada DKI mendapat sambutan positif dari
berbagai pihak.
Pengamat politik dari Cyrus Network Hasan Nasbi mengatakan, ke-2 nama itu dapat menyemarakan Pilkada DKI bila akhirnya benar-benar maju.
" Pilkada di Jakarta memang mesti berisi kompetisi orang-orang bagus. Pak Yusril kan tokoh nasional, dia pernah jadi menteri, popularitas dia cukup baguslah, " ujar Hasan saat dihubungi, Selasa (9/2/2016).
Hasan mengatakan, Yusril memiliki modal dasar popularitas. Apalagi, bila mengingat kemenangan kakak Yusril, Yuslih Ihza Mahendra, di Pilkada Belitung Timur.
Yuslih sukses mengungguli petahana, Basuri Tjahaja Purnama, yang disebut adik Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
Hasan mengatakan, Yusril dapat berkesempatan untuk " menggenapkan kemenangan " bila jadi maju di Pilkada DKI.
" Setelah kakaknya mengalahkan adiknya Ahok (sapaan Basuki), dia saat ini punya peluang untuk mengalahkan Ahok. Dia dapat menyempurnakan kemenangan keluarga Ihza Mahendra pada keluarga Basuki Tjahaja Purnama, " tutur Hasan.
Nama Yusril memang belum masuk dalam hasil surveiy manapun. Tetapi, Hasan dapat memprediksi popularitas Yusril cukup tinggi.
Hal yang belum dapat diprediksi yaitu tingkat elektabilitas Yusril. Belum diketahui apakah Yusril memiliki tingkat elektabilitas yang tinggi atau tak.
Terkait elektabilitas, kata Hasan, Yusril memang belum sepadan dengan Ahok. Namun Ahok adalah seorang petahana. Hasan menyampaikan, lumrah saja bila elektabilitas Ahok lebih tinggi.
Hasan mengatakan, semuanya masih dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan sosialisasi. Bukan sekedar Yusril, Adhyaksa Dault juga dapat tingkatkan elektabilitasnya dengan cara perbanyak sosialisasi.
Hasan berharap bakal makin banyak yang mendorong Yusril serta Adhyaksa untuk jadi maju dalam Pilkada DKI.
Menurut Hasan, Pilkada DKI bakal makin seru bila di isi oleh beberapa orang populer.
" Jakarta itu bakal jadi fokus perhatian oleh daerah lain yang juga mengadakan pilkada. Bila kompetisinya di Jakarta tidak berkualitas, tidak mungkin saja contoh. "
" Jadi laga yang kaliber di isi orang hebat serta kelas kakap, Ahok lawan Yusril, Adhyaksa, atau Ridwan Kamil, itu bakal sangat bagus buat warga DKI juga, " tutur dia.
Pengamat politik dari Cyrus Network Hasan Nasbi mengatakan, ke-2 nama itu dapat menyemarakan Pilkada DKI bila akhirnya benar-benar maju.
" Pilkada di Jakarta memang mesti berisi kompetisi orang-orang bagus. Pak Yusril kan tokoh nasional, dia pernah jadi menteri, popularitas dia cukup baguslah, " ujar Hasan saat dihubungi, Selasa (9/2/2016).
Hasan mengatakan, Yusril memiliki modal dasar popularitas. Apalagi, bila mengingat kemenangan kakak Yusril, Yuslih Ihza Mahendra, di Pilkada Belitung Timur.
Yuslih sukses mengungguli petahana, Basuri Tjahaja Purnama, yang disebut adik Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
Hasan mengatakan, Yusril dapat berkesempatan untuk " menggenapkan kemenangan " bila jadi maju di Pilkada DKI.
" Setelah kakaknya mengalahkan adiknya Ahok (sapaan Basuki), dia saat ini punya peluang untuk mengalahkan Ahok. Dia dapat menyempurnakan kemenangan keluarga Ihza Mahendra pada keluarga Basuki Tjahaja Purnama, " tutur Hasan.
Nama Yusril memang belum masuk dalam hasil surveiy manapun. Tetapi, Hasan dapat memprediksi popularitas Yusril cukup tinggi.
Hal yang belum dapat diprediksi yaitu tingkat elektabilitas Yusril. Belum diketahui apakah Yusril memiliki tingkat elektabilitas yang tinggi atau tak.
Terkait elektabilitas, kata Hasan, Yusril memang belum sepadan dengan Ahok. Namun Ahok adalah seorang petahana. Hasan menyampaikan, lumrah saja bila elektabilitas Ahok lebih tinggi.
Hasan mengatakan, semuanya masih dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan sosialisasi. Bukan sekedar Yusril, Adhyaksa Dault juga dapat tingkatkan elektabilitasnya dengan cara perbanyak sosialisasi.
Hasan berharap bakal makin banyak yang mendorong Yusril serta Adhyaksa untuk jadi maju dalam Pilkada DKI.
Menurut Hasan, Pilkada DKI bakal makin seru bila di isi oleh beberapa orang populer.
" Jakarta itu bakal jadi fokus perhatian oleh daerah lain yang juga mengadakan pilkada. Bila kompetisinya di Jakarta tidak berkualitas, tidak mungkin saja contoh. "
" Jadi laga yang kaliber di isi orang hebat serta kelas kakap, Ahok lawan Yusril, Adhyaksa, atau Ridwan Kamil, itu bakal sangat bagus buat warga DKI juga, " tutur dia.
