SAAT ini, Indonesia tengah menghadapi perubahan iklim yang tidak
menentu atau dikenal dengan istilah pancaroba. Dari panas terik,
seringkali cuaca tiba-tiba berubah sekejap dan hujan pun mengguyur
deras.
Pada iklim pancaroba seperti sekarang ini, kondisi kesehatan menjadi
hal yang penting diperhatikan mengingat tingginya persebaran virus dan
bakteri serta rentannya tubuh terserang penyakit.
Biasanya pada iklim pancaroba, berbagai penyakit mulai menyerang.
Karena itu sangat penting mencegah diri agar terhindar dari berbagai
penyakit yang tidak diinginkan, sebab saat sudah terserang penyakit,
tentu akan mengganggu kesehatan tubuh dan aktifitas sehari-hari.
Berikut 5 penyakit yang sangat perlu diwaspadai saat iklim pancaroba:
1. Diare
Serangan infeksi atau racun bakteri saat pancaroba dapat menyebabkan timbulnya diare. Ini ditandai dengan buang air besar secara terus menerus. Kemudian ditandai rasa mulas, mual dan muntah-muntah. Saat terserang diare, tubuh juga dapat mengalami dehidrasi akibat kekurangan cairan.
Serangan infeksi atau racun bakteri saat pancaroba dapat menyebabkan timbulnya diare. Ini ditandai dengan buang air besar secara terus menerus. Kemudian ditandai rasa mulas, mual dan muntah-muntah. Saat terserang diare, tubuh juga dapat mengalami dehidrasi akibat kekurangan cairan.
2. Influenza
Influenza atau yang lebih dikenal dengan istilah flu, merupakan salah satu penyakit yang paling umum menyerang saat pancaroba. Flu ditandai dengan gejala-gejala seperti batuk, sakit kepala, demam, dan nyeri tenggorokan.
Influenza atau yang lebih dikenal dengan istilah flu, merupakan salah satu penyakit yang paling umum menyerang saat pancaroba. Flu ditandai dengan gejala-gejala seperti batuk, sakit kepala, demam, dan nyeri tenggorokan.
3. ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)
Infeksi Saluran Pernapasan Akut ditandai dengan gejala seperti batuk, sakit kepala, badan pegal-pegal serta ingus. Infeksi dapat menyerang sinus, tenggorokan, saluran udara, atau paru-paru dan menggangu fungsi pernapasan. Jika tidak ditangani, infeksi dapat menyerang sistem pernafasan tubuh. Infeksi yang terjadi lebih sering disebabkan oleh virus meski bakteri juga dapat menjadi penyebabnya.
Infeksi Saluran Pernapasan Akut ditandai dengan gejala seperti batuk, sakit kepala, badan pegal-pegal serta ingus. Infeksi dapat menyerang sinus, tenggorokan, saluran udara, atau paru-paru dan menggangu fungsi pernapasan. Jika tidak ditangani, infeksi dapat menyerang sistem pernafasan tubuh. Infeksi yang terjadi lebih sering disebabkan oleh virus meski bakteri juga dapat menjadi penyebabnya.
4. Demam Berdarah
Demam berdarah merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, seperti Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Selaian demam tinggi dan rasa nyeri pada tulang, muncul pula bintik dan merah pada kulit. Pada beberapa kondisi, dapat terjadi pula pendarahan dari hidung dan telinga.
Demam berdarah merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, seperti Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Selaian demam tinggi dan rasa nyeri pada tulang, muncul pula bintik dan merah pada kulit. Pada beberapa kondisi, dapat terjadi pula pendarahan dari hidung dan telinga.
5. Chikungunya
Chikungunya merupakan penyakit yang disebabkan alphavirus yang disebarkan oleh gigitan nyamuk dari spesies Aedes aegypti. Gejala utama terkena penyakit Chikungunya adalah demam yang diikuti dengan linu pada persendian. Ini dapat ditandai pula dengan rasa pegal-pegal, ngilu, dan sakit pada tulang-tulang.
Chikungunya merupakan penyakit yang disebabkan alphavirus yang disebarkan oleh gigitan nyamuk dari spesies Aedes aegypti. Gejala utama terkena penyakit Chikungunya adalah demam yang diikuti dengan linu pada persendian. Ini dapat ditandai pula dengan rasa pegal-pegal, ngilu, dan sakit pada tulang-tulang.
Untuk menghindari dan mencegah diri dari kemungkinan terserang
penyakit seperti di atas, jagalah kondisi kesehatan tubuh secara
optimal.
Pastikan mengonsumsi makanan menyehatkan pada waktu yang teratur.
Kemudian mencukupi konsumsi air putih agar tubuh tetap mendapatkan
hidrasi yang cukup. Jika sudah merasakan gejala-gejala tertentu, ada
baiknya mengunjungi dokter dan mengonsumsi obat yang sudah betul sesuai
petunjuk dan dosis yang tepat. Jangan sampai musim pancaroba mengganggu
kesehatan serta aktifitas Anda.