Hati-hati memotret gerhana matahari


categories: 
WASPADA | Jangan sembarangan memotret gerhana. Salah-salah retina mata Anda bisa rusak.
WASPADA | Jangan sembarangan memotret gerhana. Salah-salah retina mata Anda bisa rusak. 
Sebuah peristiwa besar, apalagi yang jarang sekali terjadi, tentunya perlu diabadikan. Salah satunya adalah gerhana matahari total, yang kemungkinan besar hanya bisa dilihat dari tempat yang sama 375 tahun sekali.

Pada 9 Maret 2016, 12 provinsi di Indonesia akan berada di jalur lintasan gerhana matahari total. Sebaiknya, Anda yang tinggal di daerah tersebut tidak melewatkan kesempatan untuk mengabadikan (baca: memotret) fenomena alam nan langka ini.

Tetapi, memotret gerhana matahari tidak bisa dilakukan sembarangan karena objek yang akan dipotret adalah matahari, bintang yang sinarnya sangat terang.

Seperti dijelaskan Direktur Medis Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, Iwan Sovani, kepada Liputan6, cahaya yang terpancar saat gerhana matahari total dapat merusak retina mata.

Ada cara tersendiri dan alat-alat tambahan untuk bisa memotretnya dengan baik dan aman, seperti yang kami sajikan dalam infografik ini.

Bagi Anda yang tak memiliki kamera profesional, silakan baca kiat-kiat memotret gerhana matahari menggunakan kamera pada ponsel dalam tautan ini.
Selamat mencoba.
Catatan redaksi: infografik diterbitkan ulang dengan perbaikan kesalahan ketik pada poin ke-4. ND seharusnya singkatan dari neutral density, bukan natural density. Mohon maaf atas ketidaknyamanan Anda.