Ekonom Dr. Ichsanuddin Noorsy, BSc, SH, MSi. (foto: suara islam)
Jakarta (SI Online) - Saat ini masyarakat
dicekoki dengan sistem ribawi yang salah satunya melalui penjualan
barang cara kredit. Jika ingin membeli motor misalnya, dimana-mana hadir
perusahaan leasing yang menawarkan kredit dengan biaya muka yang murah.
Akhirnya, banyak orang yang mengikuti sistem ribawi tersebut, demi
mendapatkan kendaraan yang diinginkannya.
Ekonom Dr. Ichsanuddin Noorsy punya cara menanggani hal tersebut.
Yaitu dengan cara kekeluargaan, mengaplikasikan sikap tolong menolong
dalam keluarga.
"Keluarga saya juga butuh kendaraan, tapi tidak ada satupun yang
kredit motor atau mobil. Keluarga saya ada 59 KK, saya bisa kelola, saya
bilang ke mereka yang mau beli barang agar belinya tunai, kalau tidak
ada uang kita atur dalam keluarga," ujarnya saat berbincang dengan Suara Islam Online di kediamannya di Jakarta, Rabu (2/3) lalu.
Ia mencontohkan lainnya, saat ada keluarga yang mau beli rumah.
"Kita tanya ada uang berapa, kalau kurang kita bantu bayarkan dulu,
sisanya nanti diatur di keluarga, jadi dia gak kena riba," kata Noorsy.
Selain keluarga, cara tersebut ia terapkan juga dalam komunitas usahanya.
Sebagai muslim yang ajarannya sempurna, menurutnya, jangan sampai
terbawa arus sistem yang tidak diridhai Allah SWT. "Anda tidak boleh
jadi budak kapitalis dan tidak boleh jadi budak sosialis, anda harus
menjadi sosok yang rahmatan lil alamin," tandasnya.